- Back to Home »
- Kesehatan »
- Cara Kerja Hati
Jumat, 12 Juli 2013
Cara Kerja Hati
Hati
terletak dibagian kanan atas dari daerah abdomen, persis disamping lambung dan
dibagian bawah paru-paru kanan. Hati adalah kelenjar terbesar di tubuh, dengan
berat 1500 gram dan dibungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsul glison.
Saluran empedu (bile ducts ) adalah pembuluh-pembuluh yang menghubungkannya
dengan usus, pada saluran ini menempel kandung empedu sebagai tempat
penyimpanan sementara getah pencernaan yang dibuat oleh hati. Saluran empedu
dari hati tersambung dengan pembuluh dari pankreas dan keduanya bermuara di usus dua belas jari. Bilamana manusia
makan, getah pencernaan mengalir dari kandung empedu dan pankreas membantu
mencerna makanan yang telah dimakan, mengubahnya menjadi kepingan-kepingan kecil
yang mudah diserap tubuh. Pankreas mencerna 3 jenis enzim yang memisahkan
karbohidrat dari gula, memecahkan protein menjadi asam amino dan mengubah lemak
menjadi asam lemak serta gliserin. Empedu dari hati dan kandung empedu berisi
garam empedu yang membantu menyerap asam lemak dan gliserin.
Hati Berfungsi Sebagai
Penyaring Racun
Hati
berfungsi sebagai penawar racun, atau pembersih. Hati memiliki dua sumber darah
yaitu sekitar seperempat dari darah meninggalkan paru-paru dan jantunng penuh
mengandung oksigen, namun sebagian besar darah yang mencapai hati berasal dari
usus (Lambung, usus, halus, dan usus besar ) dan pankreas melalui pintu/jalur
pembuluh darah halus. Darah ini mengandung sedikit oksigen dan lebih banyak
mengandung zat-zat yang berasal dari makanan yang telah dimakan. Darah dari dua
sumber tersebut bercampur di hati dan meninggalkan hati melalui pembuluh nadi
hati ketika kembali ke paru-paru dan jantung, hingga lengkaplah perjalanan
kelilingnya. Dengan cara seperti ini, hati berfungsi sebagai penyaring, untuk
melindungi tubuh, sel kupffer adalah sel-sel hati khusus yang dapat
menghancurkan zat-zat berbahay seperti bakteri, virus, dan zat kimia beracun,
juga zat-zat lain yang berbahaya bagi tubuh.
Zat-zat yang telah disarng dikeluarkan ke empedu, dan berakhir di
kotoran.
Fakta Tentang Hati
Manusia
§
Hati terdiri dari 80% sel hepatosit yang dapat
menyimpan, mengeluarkan, dan mengubah zat-zat dalam jumlah yang menakjubkan,
sehingga sel yang selalu sehat amatlah penting bagi manusia
§
Apabila hati terluka, sel lainnya dapat
meningkatkan ukuran dan mengambil alih fungsi sel-sel yang luka.
§
Hati memiliki kapasitas cadangan yang luar biasa
besar, meskipun sudah terluka, misalnya karena virus atau alkohol.
§
Hati mengeluarkan garam empedu untuk membantu
mencerna lemak makanan
§
Hati mengeluarkan bilirubin, zat warna /pigmen
kuning yang berasal dari sel darah merah yang tua
§
Hati menyimpan glukosa, protein, vitamin dan
lemak serta mengeluarkannya kedalam darah bila tubuh mebutuhkan
§
Membuat albumin, suatu protein yang membawa
berbagai zat ke bagian lain tubuh dan mengatur aliran air yang masuk dan keluar
dari pembuluh darah
§
Hati membentuk berbagai zat yang mengatur
pembekuan darah
§
Hati membuat kolesterol dan mengubahnya menjadi
garam empedu
§
Hati mematikan zat-zat yang berbahaya (racun)
dalam makanan
§
Hati mengubah obat-obatan
§
Hati memetabolisasi alkohol
§
Hati merupakan bagian penting dari sistem
kekebalan (Imunitas)
Gangguan hati dapat
mengakibatkan:
§
Hati tidak bisa sembuh dan akan berkembang
menjadi gagal hati
§
Tidak mampu menyaring racun yang masuk dari
usus, bila racun mencapai otak maka akan mengakibatkan gangguan
§
Obat-obatan yang mmengalami metabolisme di
hati dapat menimbulkan masalah meskipun diberikan dalam takaran biasa.
§
Sel hati
tidak dapat memproduksi zat pembeku darah, hal ini dapat menyebabkan pendarahan
di usus, menimbulkan luka memar, dan pendarahan otak atau stroke.
§
Menyebabkan varises, yaitu pendarahan pada
pembuluh darah besar
§
Menyebabkan ascites, yaitu cairan yang menumpuk
didaerah perut.
§
Bila jumlah cairan terlalu banyak, dapat
mempengaruhi ginjal yang memperberat resiko gagal ginjal.
Baca Juga :
Kerusakan Hati
Sakit Kuning
Hepatitis A
Hepatitis B
Baca Juga :
Kerusakan Hati
Sakit Kuning
Hepatitis A
Hepatitis B
